Kok namanya “TUTUP”?

Ketika melewati deretan meja customer service, si sulung tiba-tiba menarik tangan saya, seraya bertanya: “Loh kok yang itu namanya “TUTUP”? Sambil tangannya menunjuk ke sebuah meja di hadapannya

tutupAkhir pekan lalu saya mengajak anak-anak ke sebuah toko elektronik di kawasan ABC, Bandung. Pemilihan tempat ke sana sebenarnya hanya untuk memberikan variasi jalan-jalan untuk mereka yang selama ini lebih sering saya ajak berekreasi ke hutan.

Awalnya tak ada yang aneh. Seperti pada umumnya anak-anak yang lain, tentu banyak yang mereka tanya karena ingin tahu tentang sejumlah hal. Namun ada satu pertanyaan yang kemudian membuat saya tertawa.

Ketika melewati deretan meja customer service, si sulung tiba-tiba menarik tangan saya, seraya bertanya: “Loh kok yang itu namanya “TUTUP”? Sambil tangannya menunjuk ke sebuah meja di hadapannya. Hahaha, saya  jadi tertawa ketika melihat ke tempat yang ia tunjukkan.

Ternyata yang ia maksud namanya “TUTUP” itu adalah sebuah papan nama yang ada di salah satu meja customer service tersebut. Si sulung merasa aneh karena papan nama yang satu itu berbeda dengan papan nama di meja-meja lain yang identik dengan nama orang. Saya kemudian coba menerangkan kepadanya tentang arti papan nama tersebut, dan dia pun akhirnya mengerti maksudnya,

Ya, namanya anak-anak, selalu ada cerita lucu di dalam perkembangannya.🙂

One thought on “Kok namanya “TUTUP”?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s