Jujur itu Anomali?

Kejujuran saat ini dianggap (tidak) biasa. Kejujuran di jaman sekarang ini dianggap keanehan. Orang yang jujur dianggap asing. Kejujuran di masa kini seperti dianggap sebuah anomali?

Kemarin salah seorang teman bercerita pada saya kalau salary-nya akan dipotong mulai bulan depan. Penyebabnya adalah karena manajemen kantornya mengganggap dia tidak becus dalam menangani vendor.  Akibat kejadian tersebut konditenya di tahun ini pun dianggap buruk.

ilustrasi (dok - indra kh)

Kronologisnya seperti ini. Teman saya ini memiliki tugas untuk mengawasi pekerjaan vendor di kantornya, singkatnya melakukan audit terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh vendor-vendor, apakah sudah sesuai dengan lingkup yang disyaratkan kontrak atau belum.

Dalam perkembangannya ternyata teman saya ini menemukan ada satu vendor yang mengerjakan proyeknya asal-asalan dan tidak sesuai spek yang disyaratkan, sehingga dia tidak mau meloloskan deliverable yang sudah dikerjakan oleh vendor.

Vendor ini pun tidak terima, mereka komplain dan sampai melakukan teror via telepon, via sms yang kurang lebih isinya mempertanyakan keputusan teman saya ini. “Jangan sok suci lah, Bapak ini mau dikasih apa sih sebenarnya?,” Kurang lebih seperti itu. Gratifikasi menggiurkan pun ditawarkan oleh sang vendor, tapi tidak mempan. Teman saya tetap kokoh dengan pendiriannya: Tidak mau mengg-approve!

Ternyata vendor ini melakukan eskalasi dengan melaporkan langsung kejadian ini kepada atasan teman saya langsung. Akibatnya teman saya ini kena marah atasannya. Teman saya dianggap tidak becus dalam mengelola pekerjaan vendor. Sudah berusaha menjelaskan fakta yang sebenarnya namun alasan teman saya tidak diterima.

Kasihan juga teman saya ini, mencoba bersikap jujur tapi ujung-ujungnya dikenai sangsi. Beruntung seluruh keluarganya mendukungnya, mereka malahan bangga memiliki suami dan ayah yang mau mempertahankan kebenaran. Bahkan kalau perlu keluar saja dari perusahaan itu.

Kejujuran saat ini seakan dianggap sikap (tidak) biasa. Kejujuran di jaman sekarang ini dianggap keanehan. Orang yang jujur, sesuai rules justru dianggap asing. Dituduh tidak bisa bekerjasama. Apakah kejujuran di masa kini memang sebuah anomali? Semoga saja tidak.

*Maaf postingan kali ini ternyata kurang singkat🙂

8 thoughts on “Jujur itu Anomali?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s