Dabbawala, Penghantar Rantangan ala Mumbai
Tema acara tv show “Singapore flavours” di Asian Food Channel pekan lalu yang membahas penghantar rantangan di Mumbai menarik perhatian saya. Layanan tersebut dikenal dengan istilah Dabbawala yang artinya kurang lebih orang pengantar nasi kotak/rantangan.
Setiap waktu makan siang para dabbawala ini mengantarkan rantang berisi makanan rumah kepada para pekerja kantoran atau anak sekolah yang menjadi pelanggannya. Makan siang yang diantarkan tersebut bukan berasal dari restoran cepat saji seperti yang dilakukan delivery service di sini. Makanan yang dikemas dalam rantang tersebut adalah masakan rumahan dari para istri atau ibu para pekerja atau anak sekolah yang jadi pelanggan para dabbawala ini.
Usaha ini dimulai sejak 1880 oleh seorang bernama Mahadeo Havaji Bachche, dengan pegawai berjumlah 100 orang. Lama kelamaan usaha yang kemudian bernama Nutan Mumbai Tiffin Box Suppliers Trust ini terus berkembang.
Di Indonesia hantaran rantangan masakan rumahan mungkin masih dilakukan oleh para petani. Setiap jam 10 para petani di Kita biasanya rehat sejenak dari aktivitasnya untuk menikmati makanan yang diantarkan oleh anak atau istri mereka. Di Sunda dikenal dengan istilah waktosna pecad sawed.
Usaha makanan rantangan memang ada juga di Indonesia, hanya saja bukan masakan rumah sendiri. Kebanyakan semacam layanan jasa catering yang disediakan rumah makan padang, atau yang sejenisnya.
